Jumat, 13 November 2009

Basis Data Dokumen

Suatu ketika, salah seorang pengajar ingin mengirimkan nilai akhir mata kuliah yang dia ajar. Bagaimana prosedurnya? Apakah ada berkas elektronik yang bisa dia isi dengan menggunakan komputer, seperti Microsoft Excel atau Microsoft Access, kemudian dia kirimkan melalui surat elektronik (surel)? Ataukah harus ada formulir nilai yang dia isi kemudian diserahkan ke bagian akademik? Prosedur seperti apa yang harus dia lakukan?

Alangkah mudah (dan menyenangkan) jika sang pengajar ini dapat mengetahui prosedur pengiriman nilai dengan melihat dokumen operasi standar yang bisa dia akses melalui web. Lebih menyenangkan lagi apabila ada aplikasi berbasis web yang dapat dia gunakan untuk mengisi nilai, sehingga dia tidak direpotkan dengan formulir nilai.

Dalam situasi lain, seorang ketua jurusan ingin membuat laporan tahunan. Dia membutuhkan data-data jumlah alumni yang telah bekerja, juga data-data beban mengajar dosen yang ada di jurusannya.

Alangkah menyenangkan jika sang Kajur dapat mengakses data-data tersebut dari sebuah aplikasi web.

Untuk dapat mewujudkan kedua hal di atas, dan kebutuhan informasi lainnya, harus dibuat sebuah sistem terintegrasi yang mencakup berbagai hal, termasuk data-data publikasi dosen, data-data kehadiran mahasiswa di kelas, data-data kehadiran dosen mengajar, jumlah dana penelitian yang telah dicairkan, dan sebagainya.

Jika semuanya sudah terintegrasi, pada akhirnya proses pembuatan laporan tahunan, dan juga laporan borang akreditasi, akan jauh lebih mudah. Bukan hanya lebih mudah, akan tetapi juga dapat meningkatkan nilai akreditasi yang akan diraih oleh perguruan tinggi yang bersangkutan.

Sekarang, tinggal pilih, ingin mewujudkan sistem informasi terintegrasi semacam itu, atau ingin nilai akreditasinya buruk.

Lomba Mengetik 10 Jari

Kenapa yang dilombakan hanya membuat presentasi? Atau menggunakan rumus-rumus Excel?

Kenapa nggak bikin lomba yang lebih kreatif, misalnya, lomba mengetik 10 jari buat para TPG. Kriteria penilaiannya, berapa dokumen yang bisa ditulis / disalin dalam waktu 30 menit misalnya. Ada berapa kesalahan (typographical error, kesalahan ketik) yang dilakukan?

Kenapa pula selalu menggunakan produk Microsoft? Kenapa nggak pake OpenOffice? Emangnya produk-produk Microsoft yang digunakan untuk lomba bukan produk bajakan?

Senin, 17 Agustus 2009

Kemerdekaan Sebuah Amplop

Cak Luri mangut-mangut kesal karena harus menunggu setidaknya tiga jam lagi. Dia kesal karena tak ada yang bisa dia lakukan. Membuang waktu cuma duduk-duduk saja membuatnya bosan. Ngobrol ngalor-ngidul dengan sesama rekan kerjanya juga tak menarik minatnya, sama-sama membuat bosan. Malas cak Luri mendengar obrolan itu-itu saja setiap kali nimbrung di acara tujuh belasan seperti hari ini.

Cak Luri dan kawan-kawannya masih harus menunggu beberapa jam sampai amplop dibagikan. Untuk itu panitia acara sudah mempersiapkan beberapa kegiatan, yang lagi-lagi, membuat cak Luri merasa bosan. Dari tahun ke tahun, tidak banyak perubahan. Kalo nggak lomba makan kerupuk, ya lomba balap karung. Kadang yang agak mewah sedikit ada parade baju daerah, yang kadang disewa dengan biaya yang tidak murah. Cak Luri tahu itu, karena beberapa tahun belakangan bisnis penyewaan baju daerah cukup banyak diminati beberapa orang, utamanya ibu-ibu rumah tangga.

Kalo panitianya kreatif, kadang ada juga lomba karaoke. Atau lomba masakan inovatif, seperti yang tahun ini diadakan di kantor cak Luri. Lomba menu makanan berbahan dasar singkong, begitu judulnya. Tapi, cak Luri juga tak berharap banyak dari lomba kreatif seperti itu. Paling banter kepala kantor cuma bilang lomba semacam ini bagus. Tindak lanjutnya dipertanyakan. Padahal kalau makanan-makanan berbahan dasar singkong itu dikomersialkan secara massal, bukan hanya bisa bikin rakyat punya lapangan pekerjaan, tapi juga bisa bikin negeri cak Luri merdeka dari ketergantungan pangan dari negara lain.

Merdeka secara ekonomis, merdeka karena rakyat bisa bekerja di negeri sendiri tanpa harus susah payah digebuki di negeri orang. Juga merdeka karena kita bisa makan di negeri sendiri, makan makanan berbahan dasar singkong.

Omong-omong soal kemerdekaan, cak Luri jadi mikir, "Kok aku jadi orang terjajah begini ya? Kenapa aku harus rela nungguin amplop dibagiin tiga jam lagi? Kenapa kepulanganku ke rumah harus tergantung dari sebuah amplop? Sebagai orang merdeka mustinya aku bisa bebas mau pulang kapan saja."

Padahal tetangga-tetangga cak Luri sudah menunggu di rumah, menunggunya untuk meramaikan acara lomba di kompleks rumah. Ya tapi itu tadi.. lombanya ya masih belum banyak berubah dari sejak cak Luri masih kecil dulu. "Kenapa ya nggak ada yang bikin lomba bikin program komputer? Atau bikin lomba penulisan ilmiah? Atau lomba bikin situs web? Khan canggih tuh.", pikir cak Luri dalam hati.

Untungnya ini cuma ngedumelnya cak Luri di dalam hati. Kalo sampe uneg-uneg ini dia tulis di blog atau e-mail, mungkin cak Luri malah bisa di-prita-kan sama kantornya. Kalaupun itu terjadi, paling-paling teman-teman kantor cak Luri akan bikin dukungan untuknya di facebook.

Isi dukungannya bukan "Bebaskan cak Luri!", tapi "Merdekakan cak Luri!"

Jumat, 03 April 2009

Daftar Hadir

Seorang pengajar mungkin memberikan kuliah pada beberapa mata kuliah berbeda. Untuk satu mata kuliah yang sama, ada kemungkinan juga seorang pengajar memberikan beberapa kelas paralel. Dalam kasus seperti ini, waktu pengajaran harus dibuat berbeda, kecuali jika mata kuliah paralel tersebut dapat diasuh oleh beberapa pengajar yang berbeda.

Setiap kali pengajar hadir untuk melangsungkan kuliah tatap muka, maka pengajar tersebut harus mengisi daftar hadir. Di akhir tatap muka, pengajar sebaiknya memasukkan data para mahasiswa yang hadir dalam perkuliahan. Data kehadiran mahasiswa juga dapat dientri oleh staf sekretariat akademis. Dengan demikian, data kehadiran mahasiswa dapat dientri oleh pengajar yang bersangkutan, dalam hal ini bertindak sebagai pengasuh mata kuliah tersebut, atau oleh staf akademis.

Untuk mengidentifikasi siapa yang mengentri data kehadiran mahasiswa, maka setiap pengajar dan tenaga akademis harus melakukan proses login terlebih dulu sebelum dapat melakukan proses data entri.

Di akhir bulan, staf akademis dapat membuat laporan rekapitulasi kehadiran pengajar yang memuat antara lain informasi tentang jumlah mata kuliah yang diajar, jumlah SKS yang diberikan kepada mahasiswa, jumlah persentase mahasiswa yang hadir dalam setiap tatap muka.

Kamis, 19 Maret 2009

Terakhir posting 11 Juni 2007. Terus kabarnya ke mana aja yak?

Senin, 11 Juni 2007

Notulen pertemuan 7 Juni 2007

Tim analis mengusulkan dua skema usulan pengembangan ICT di Universitas Trisakti.

1. Mengadakan kunjungan ke setiap unit di dalam lingkup Universitas Trisakti untuk menginventaris masalah-masalah yang dihadapi di setiap unit, dan menginventaris kebutuhan layanan informasi di setiap unit.

Kunjungan direncanakan akan dilakukan mulai tanggal 21 Juni 2007 dengan membagi tim ke dalam tiga kelompok, satu kelompok untuk berkunjung ke satu unit. Untuk memudahkan dan mempercepat proses inventarisasi, akan dibuat panduan pertanyaan.

2. Menganalisa kondisi ideal yang diinginkan dengan kondisi saat ini. Dari analisa perbedaan yang ada, kemudian akan dibuat rencana kerja / blue print untuk mengisi 'kekosongan' yang ada.