Suatu ketika, salah seorang pengajar ingin mengirimkan nilai akhir mata kuliah yang dia ajar. Bagaimana prosedurnya? Apakah ada berkas elektronik yang bisa dia isi dengan menggunakan komputer, seperti Microsoft Excel atau Microsoft Access, kemudian dia kirimkan melalui surat elektronik (surel)? Ataukah harus ada formulir nilai yang dia isi kemudian diserahkan ke bagian akademik? Prosedur seperti apa yang harus dia lakukan?
Alangkah mudah (dan menyenangkan) jika sang pengajar ini dapat mengetahui prosedur pengiriman nilai dengan melihat dokumen operasi standar yang bisa dia akses melalui web. Lebih menyenangkan lagi apabila ada aplikasi berbasis web yang dapat dia gunakan untuk mengisi nilai, sehingga dia tidak direpotkan dengan formulir nilai.
Dalam situasi lain, seorang ketua jurusan ingin membuat laporan tahunan. Dia membutuhkan data-data jumlah alumni yang telah bekerja, juga data-data beban mengajar dosen yang ada di jurusannya.
Alangkah menyenangkan jika sang Kajur dapat mengakses data-data tersebut dari sebuah aplikasi web.
Untuk dapat mewujudkan kedua hal di atas, dan kebutuhan informasi lainnya, harus dibuat sebuah sistem terintegrasi yang mencakup berbagai hal, termasuk data-data publikasi dosen, data-data kehadiran mahasiswa di kelas, data-data kehadiran dosen mengajar, jumlah dana penelitian yang telah dicairkan, dan sebagainya.
Jika semuanya sudah terintegrasi, pada akhirnya proses pembuatan laporan tahunan, dan juga laporan borang akreditasi, akan jauh lebih mudah. Bukan hanya lebih mudah, akan tetapi juga dapat meningkatkan nilai akreditasi yang akan diraih oleh perguruan tinggi yang bersangkutan.
Sekarang, tinggal pilih, ingin mewujudkan sistem informasi terintegrasi semacam itu, atau ingin nilai akreditasinya buruk.
Jumat, 13 November 2009
Lomba Mengetik 10 Jari
Kenapa yang dilombakan hanya membuat presentasi? Atau menggunakan rumus-rumus Excel?
Kenapa nggak bikin lomba yang lebih kreatif, misalnya, lomba mengetik 10 jari buat para TPG. Kriteria penilaiannya, berapa dokumen yang bisa ditulis / disalin dalam waktu 30 menit misalnya. Ada berapa kesalahan (typographical error, kesalahan ketik) yang dilakukan?
Kenapa pula selalu menggunakan produk Microsoft? Kenapa nggak pake OpenOffice? Emangnya produk-produk Microsoft yang digunakan untuk lomba bukan produk bajakan?
Kenapa nggak bikin lomba yang lebih kreatif, misalnya, lomba mengetik 10 jari buat para TPG. Kriteria penilaiannya, berapa dokumen yang bisa ditulis / disalin dalam waktu 30 menit misalnya. Ada berapa kesalahan (typographical error, kesalahan ketik) yang dilakukan?
Kenapa pula selalu menggunakan produk Microsoft? Kenapa nggak pake OpenOffice? Emangnya produk-produk Microsoft yang digunakan untuk lomba bukan produk bajakan?
Langganan:
Postingan (Atom)